Rabu, 27 Okt 2021
  • Selamat datang di website Pondok Pesantren Modern Darul Madinah Wonosari ~ Penerimaan Peserta Didik Baru Gel II : 5 juni s/d 21 Juli 2021

Kadis Dikbudpora Provinsi Gorontalo Serahkan Izin Operasional SMA IT Darul Madinah Wonosari

Sekolah Menengah Atas (SMA) Islam Terpadu (IT) Darul Madinah Wonosari, resmi mendapatkan Izin operasional dari Dikbudpora Provinsi Gorontalo. Penyerahan izin operasional diberikan oleh Kadis Dikbudpora Provinsi Gorontalo Dr. Ir. Hi. Yosef P Koton, M.Si.

Acara penyerahan izin operasional berlangsung di Kompleks Pondok Pesantren Modern Darul Madinah Wonosari Kabupaten Boalemo, Sabtu (12/09/2020). Kedatangan Yosef P Koton beserta rombongan disambut Ustad Subairi, Kepala SMA IT, Khoirul Anam Ghali, Ketua Yayasan Al Urwatul Wutsqo Gorontalo, Muhammad Amin, Ketua Komite SMA IT bersama anggota. Turut menyambut para Pendidik dan Tenaga Kependidikan dengan melantunkan alunan shalawat badar.

“Lembaga pendidikan tidak boleh statis. Tapi harus kreatif dan inovatif mengikuti perkembangan zaman. Apalagi kita sekarang ini hidup di era digital,” kata Yosef P Koton dalam sambutannya.

Penulis buku Buku Restrukturisasi Organisasi: Teori dan Aplikasi dalam Mengefektifkan Pengelolaan Keuangan Daerah ini pun mengaku kagum dengan kondisi SMA IT tersebut.

“Saya kagum melihat bangunan SMA IT Darul Madinah Wonosari. Serta Kepala Sekolah dan Ketua Yayasannya yang inovatif mampu bersinergi dalam mengelola semua kegiatan,” terangnya.

Kadis Dikbudpora Provinsi Gorontalo menghimbau agar memperbaiki Kurikulum dan memaksimalkan kegiatan proses belajar mengajar (KBM).

“Agar menghasilkan generasi yang berkualitas dan berkarakter mulia,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Sekolah SMA IT Darul Madinah Wonosari Ustad Subairi bersyukur kepada Allah SWT atas kehadiran Kadis Dikbudpora Provinsi Gorontalo bersama rombongan dalam rangka silaturrahim dan menyerahkan Izin Operasional SMA IT Darul Madinah Wonosari.

“SMA IT Darul Madinah Wonosari, adalah lembaga yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan agama dan umum. Agar para siswa bisa memahami agama secara menyeluruh. Tidak secara parsial,” tegasnya.

KELUAR