Rabu, 27 Okt 2021
  • Selamat datang di website Pondok Pesantren Modern Darul Madinah Wonosari ~ Penerimaan Peserta Didik Baru Gel II : 5 juni s/d 21 Juli 2021

Deposito dan Perhiasan, Harus Dikeluarkan Zakat atau Tidak?

Deposito dan Perhiasan, Harus Dikeluarkan Zakat atau Tidak?

Deposito dan Perhiasan Harus Dikeluarkan Zakat atau Tidak? Ditulis oleh; Ustadz Muhammad Subair, Pimpinan Pondok Pesantren Modern Darul Madinah Wonosari.

Banyak pertanyaan terkait tentang persoalan zakat dimasyarakat diantaranya ada yang mempertanyakan haruskah kita keluarkan zakatnya harta atau uang yang kita simpan di dalam rekening yang biasa diistilahkan dengan istilah perbankan dengan deposito. Simpanan berupa Deposito biasanya memiliki jangka waktu tertentu yang mana uang di dalamnya tidak boleh ditarik nasabah. Deposito baru bisa dicairkan sesuai dengan tanggal jatuh temponya, biasanya deposito mempunyai jatuh tempo 1, 3, 6, atau 12 bulan.

Sebelum membahas hukum terkait dengan deposito, bisa kita lihat ilustrasi berikut ini. Kalau kita berutang ambil kredit untuk modal usaha, apakah uang yang kita terima sebagai kredit itu wajib kita zakati atau tidak? Jawabannya tentu tidak. Kenapa? Karena uang itu bukan milik penuh kita.

Deposito, Perhiasan, dan Zakat

Sekarang kita balik, uang yang kita simpan di Bank milik penuh kita atau bukan? Jawabannya milik penuh kita, pertanyaannya selanjutnya harta itu berkembang atau tidak? Berkembang, kalau berkembang kena zakat, karena memenuhi syarat, jumlahnya sudah sekian dan dia berkembang, serta milik penuh kita.

Terkait dengan perhiasan yang biasa dipakai oleh seorang wanita, juga ada yang mempertanyakan apakah perhiasan itu kena zakat atau tidak? Dengan santai kami menjawab bahwa perhiasan yang yang ibu pakai itu berkembang atau tidak? Mereka menjawab tidak, kalau demikian tidak wajib untuk dizakati.

“Memang ada ulama yang berpendapat wajib dizakati sekali saja, ada lagi yang berpendapat zakat perhiasan itu dengan meminjamkan kepada orang lain biar dia kelihatan cantik juga”. Bahkan rumah, mobil yang menjadi kebutuhan kita tidak wajib dizakati atau kebutuhan orang wajib kita nafkahi. Dalam satu keluarga mempunyai tiga mobil, mobil yang satu dipakai oleh suami untuk bekerja, mobil istri dipakai ke kantor, mobil anaknya dipakai kuliah ini semua tidak kena zakat karena bahagian dari kebutuhan dan tidak berkembang.

darulmadinah

Tulisan Lainnya

0 Komentar

KELUAR